BATAM – Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menjadi salah seorang narasumber dalam forum Silaturahmi dan Dialog Interaktif bersama Halo Batam yang disiarkan oleh Radio Batam FM, Jumat (20/2/2026).





Dialog dalam rangka setahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra, digelar di Aula Engku Hamidah, Lantai IV, Kantor Wali Kota Batam. Selain Ketua DPRD, hadir pula Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, S.E. serta sejumlah unsur forkopimda, pejabat Pemko Batam dan sejumlah elemen masyarakat.
Dalam dialog interaktif tersebut, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra tampil sebagai narasumber utama. Selain menjawab pertanyaan dari penyiar Batam FM dalam program Halo Batam, ketiganya juga menjawab pertanyaan langsung dari warga yang hadir. Sejumlah isu yang banyak disampaikan warga di antaranya terkait penanganan banjir, pengelolaan sampah, dan penyediaan air bersih di Kota Batam.
Dalam kesempatan itu, Haji Muhammad Kamaluddin terlebih dahulu menyampaikan selamat dan apresiasi atas setahun kepemimpinan Amsakar–Li Claudia, yang juga menandai lebih dari setahun masa jabatan pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam periode 2024–2029.
Menurutnya, DPRD yang menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan selalu membangun sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam serta berbagai pihak untuk mengatasi berbagai problematika pembangunan, termasuk persoalan sampah dan penanggulangan banjir.
“Dukungan DPRD dalam mengatasi persoalan ini diwujudkan melalui pengesahan anggaran dan pembentukan peraturan daerah terkait, agar penanggulangan banjir dan masalah sampah dapat dilaksanakan dengan landasan hukum yang jelas dan anggaran yang tersedia. Kita juga melakukan pengawasan serta mendorong dinas terkait untuk mempercepat pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan permasalahan ini,” tegas Kamaluddin.
Beliau juga menambahkan, komisi-komisi di DPRD telah beberapa kali memediasi pengaduan masyarakat terkait penanggulangan banjir, pengelolaan sampah, dan pelayanan air bersih. DPRD, kata dia, selalu membuka diri atas masukan dari semua pihak dan elemen masyarakat untuk kemudian dikomunikasikan dengan pemerintah kota agar pembangunan selaras dengan harapan warga.
“Kita melihat Pak Amsakar dan Bu Li Claudia Chandra sudah berupaya mengatasi berbagai persoalan ini, bukan saja melalui dinas terkait, tetapi juga turun langsung bersama kita seperti meluncurkan gerakan goro massal Batam Asri 2026. Beberapa capaian lain tentu sangat kita apresiasi, seperti pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan pengentasan kemiskinan,” ungkap Kamaluddin.
Dialog interaktif tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan Kota Batam ke depan.(*)
